Menikah bukan untuk Bahagia
Lalu untuk apa??
Kita menikah bukan untuk berbahagia.
Kita menikah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Pernikahan itu menjadi bagian dari misi ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka, di dalam pernikahan itu, supaya kita mampu melaksanakan visi ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala itu, yang kita cari adalah keberkahannya.
Karena, berkah itu ziyaadatul khairi fii kulli hal , bertambahnya kebaikan di segala keadaan; semakin mesra kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di semua peristiwa;
semakin dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di berbagai ujian hidup-lapang ataupun sempitnya, susah ataupun senangnya, kehilangan ataupun mendapatkannya.
Semua keadaan itu dalam rangka ibadah. Maka kita mengharapkan ada barakah .
Di mana letak kebahagiaan?
Bahagia hanya makmum bagi keduanya.
Kebahagiaan hanyalah makmum di dalam kehidupan pernikahan kita.
Hanyalah makmum bagi ibadah dan berkah yang kemudian kita tegakkan.
#salim a fillah
Langganan:
Postingan (Atom)
Menikah bukan untuk Bahagia
Menikah bukan untuk Bahagia Lalu untuk apa?? Kita menikah bukan untuk berbahagia. Kita menikah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu w...
-
Tabel Kalor Jenis benda (Pada tekanan 1 atm dan suhu 20 o C) Catatan : Kalor jenis benda biasanya bergantung pada suhu. ...
-
Tidak seperti besaran fisika umumnya, kalor adalah besaran yang tidak dapat dilihat. Jumlah kalor yang diserap atau dilepas suatu ben...
-
alkana, alkena dan alkuna Kekhasan Atom Karbon Dapat Membentuk Empat Ikatan Kovalen Kabon terletak pada golongan IVA dengan nomor a...