Langsung ke konten utama

lihat aku

Kulihat secercah harapan yang membuatku termotivasi untuk dapat menggapai mimpiku, angan-anganku
Tak pernah kulihat embun yang menetes sebening embun tadi pagi, kumpulan burung-burung yang mulai menyambut hari pagi, dan tak pernah kulihat cahaya dilangit yang tersembunyi di balik awan yang membuatku seakan bingung (?)
Hingga saat ini aku tak tahu apa cita-citaku, apa tujuan hidupku, dan apa keinginan terbesarku dalam hidup ini
tak tahu pula itu..
Memang, manusia takkan pernah bisa puas dengan apa yang mereka miliki dan ingini dalam hidup ini, tapi aku mempunyai niat untuk mencapai keinginan terbesarku yang bisa dikagumi semua orang terutama orangtuaku hingga hal tersebut akan menjadi hal yang takkan pernah bisa dilupakan, bukan rasa “puas” karena Rasa puas seseorang bisa juga dilupakan, betul?

Aku tak ingin melihat perubahan dunia, tapi aku ingin dunia yang melihat perubahan dalam hidupku
Aku tak ingin menunggu hal yang beruntung menjadi milikku dengan sendirinya, tapi aku ingin mencari hingga kudapatkan hal yang menjadi beruntung itu berguna dalam kehidupanku, karena keberuntungan tidak datang setiap hari, right ya?
Aku tak ingin dipuji oleh orang lain, jika hal yang dipuji itu tidak bermanfaat pula bagi orang lain
Aku tak ingin berbangga atas segala apa yang kupunya, jika semua hal yang kumiliki itu tidak aku syukuri dan tidak dirasakan oleh orang lain juga
Beri aku kesempatan untuk meluaskan wawasan mencari pengalaman
Beri aku kesempatan untuk dapat mengenyam kebanggaan yang kini telah kami miliki
“Jangan menganggap bahwa zaman tidak berubah dan jangan jadikan cara lama sebagai patokan untuk mencapai keberhasilan”
Betapa hati merasa senang bila terpercaya bahwa aku kini telah dewasa.
“Jangan dicurigai, bahwa diri ini tak mampu menghadapi permasalahan”
Inilah diriku yang mempunyai semangat hidup, tujuan hidup.
Kejiwaan ini sudah dapat aku kuasai tanpa ada aturan dari yang lain, Aku hanya butuh dukungan, nasihat, dan petunjuk, bukan bimbingan untuk memanja.
Aku tidak akan lari dari hal yang menjadi tanggung jawab kami karena kami bukan pecundang.
Lihatlah kemajuan yang harus aku buktikan,”Aku” berhak menentukan dan aku berhak mengenyam masa kehidupan seiring pola pikir ini.
Kapan aku bisa hidup ketika dalam hidup ini aku hanya bisa menyusahkan orang lain?
Kapan aku bisa berdiri tegak jika saja jatuhpun aku masih dibantu orang lain?
Kapan aku bisa berbangga hati jika hal yang aku banggakan itu hanya untuk kesombongan?
Kapan aku bisa bermurah hati dan berendah diri jika hanya aku selalu ingin mendapat pujian dari orang lain?
Kapan aku bisa cerdas dan menjadi berguna jika aku hanya mengikuti perubahan zaman? Dan tidak membuat suatu perubahan yang berarti?
Kapan aku bisa dewasa jika aku selalu dimanja?
Dan kapan aku bisa menggapai cita-cita dan harapanku jika aku hanya diam, diam dan hanya menunggu hal-hal yang terjadi kepadaku begitu saja? Apalah arti hidup jika begitu?
Jadikanlah dirimu sebagai manusia yang bisa menjadi bunga dalam tanaman, pahlawan dalam perang, dan menjadi manusia yang dikagumi oleh banyak orang dengan tidak menjadikan dirimu sombong atas segala apa yang kamu raih!
Berpakaian angan, Mengenggam misi hidup, dan Merangkul sebuah kantung tujuan hidup, itu adalah langkah cita-citaku..
Bermodal niat dan semangat menjadikan bekal motivasi dalam mencapai kesuksesan..
Dukungan dan Do’a dari keluarga merupakan tiket awal dari harapan pasti yang kelak akan menjadi kenyataan..
Takdir, memang aturan mutlak dari Tuhan. Tetapi Nasib, Manusia jua’lah yang bisa juga menentukan.
Sungguh sia-sia hidup manusia jika dia hidup dalam belenggu diam, tak ada cita-cita, bahkan gairah hidup pun tak punya, serta jika hanya hidup yang biasa-biasa saja, menjalani hidup tanpa perubahan..is very flat and will not take happy..
Kita boleh sombong, asal kesombongan kita itu menjadikan orang lain untuk memiliki hal yang disombongkan oleh kita tersebut..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalor Jenis Benda dan Kapasitas Kalor

Tidak seperti besaran fisika umumnya, kalor adalah besaran yang tidak dapat dilihat. Jumlah kalor yang diserap atau dilepas suatu benda hanya dapat diukur dengan mengamati pengaruhnya terhadap bahan di sekitarnya. Untuk dapat merumuskan jumlah kalor, perhatikan percobaan berikut.





Pada gambar (a), kedua bejana diisi dengan zat cair yang sejenis dan dipanaskan dalam selang waktu yang sama. Ternyata pada bejana yang berisi zat cair lebih sedikit, suhunya lebih tinggi. Jadi, jumlah kalor yang diserap benda berbanding lurus dengan massa benda ( Q ∞ m). Pada gambar (b), kedua benda diisi zat cair yang sejenis dan sama massanya. Ternyata pada selang waktu yang sama, bejana yang dipanasi dengan api lebih besar, memiliki suhu yang lebih tinggi. Jadi, jumlah kalor sebanding dengan kenaikan suhu (Q ∞∆T). Pada gambar (c), bejana A diisi dengan alkohol dan bejana B diisi dengan air. Massa  kedua zat cair di dalam masing-masing bejana sama. Ternyata dalam selang waktu yang sama, suh…

PRINSIP KERJA CERMIN CEMBUNG

PRINSIP KERJA CERMIN CEMBUNG

Pendahuluan
cermin adalah Cermin yang dibuat paling awal adalah kepingan batu mengkilap seperti obsidian, sebuah kaca volkanik yang terbentuk secara alami. Cermin obsidian yang ditemukan di Anatolia (kini Turki), berumur sekitar 6000 SM. Cermin batu mengkilap dari Amerika tengah dan selatan berumur sekitar 2000 SM. Cermin dari tembaga yang mengkilap telah dibuat di Mesopotamia pada 4000 SM dan di Mesir purba pada 3000 SM. Di China, cermin dari perunggu dibuat pada 2000 SM.
Cermin kaca berlapis logam diciptakan di Sidon (kini Lebanon) pada abad pertama M,dan cermin kaca dengan sandaran dari daun emas disebutkan oleh seorang pengarang dari Romawi bernama Pliny dalam buku Natural History miliknya, yang dikarang sekitar tahun 77 M. Orang Romawi juga mengembangkan teknik menciptakan cermin yang kasar dari kaca hembus yang dilapisi dengan timah yang dilelehkan.Cermin parabola pantul pertama kali dideskripsikan oleh fisikawan dari Arab bernama Ibn Sahl…