Rabu, 28 November 2012

Hikmah disetiap kejadian buruk

Hikmah disetiap kejadian buruk

               Di suatu negri,ada seorang raja yang setiap pergi berburu di temani oleh seorang sahabat nya,yang terkenal dengan ketaqwaan nya. Tiap raja menemui sesuatu yang tidak mengenakan,sahabat itu selalu berkata "Semoga itu baik,insya allah". Kata-kata ini selalu di ulang pada setiap kejadian yang menimpa sang raja yang sebenanya adalah kejadian buruk. pada suatu saat raja berburu bersama sahabat nya beserta pengawalnya,sang raja terkena tombak dan terpotong. Sahabatnya lalu berkata "Semoga itu baik,insya allah". Sang raja pun marah dan memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakannya di bawah tanah. Saat pengawal di tanya "apa yang hendak ia katakan pada saat kalian menutup pintu nya?",pengawal lalu menjawab  "ia hanya mengatakan,semoga ini baik,insya allah".
               Suatu ketika saat raja hendak berburu tanpa ditemani sahabatnya,ia tersesat di hutan. Sedangkan hutan tersebut terdapat suku yang menyembah berhala dan tiap tahun mengorbankan orang kepada berhalanya tersebut. Dan raja itu pun di tangkap oleh suku tersebut. Namun,saat di periksa oleh suku tersebut didapati bahwa jari raja tidak lengkap.
               Mereka pun menolak untuk mengorbankan raja tersebut,karena korban harus dalam keadaan sempurna. Raja pun di lepaskan dan kembali ke istananya. Akhirnya ia menyadari ucapan kebenara sahabatnya,sahabatnya pun di keluarkan dari penjara.
              Raja bertanya "Ketika kau mengatakan,'semoga itu baik,insya allah'. Dan saat jariku terpotong aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak di sembelih untuk berhala,karena kondisi fisikku yang tidak sempurna. Sekarang saat kau di penjara,apa kebaikan itu?" Sahabatnya menjawab "Andai kata saat itu aku bersamamu,maka aku yang akan mereka sembelih sebagai penggantimu"
Kesimpulan : Jika anda mendapat kejadian buruk maka ucapkan "Semoga itu baik,insya allah",semoga Allah melindungi kehidupan kita semua. karena disetiap kejadian buruk yang kita alami pasti ada hikmah di baliknya.

ANTARA PERKATAAN DAN PERBUATAN HARUS SESUAI

ANTARA PERKATAAN DAN PERBUATAN HARUS SESUAI


                   
                     بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم .                     


             Alkisah, ada seorang anak yang sangat menyukai gula-gula. Dia selalu meminta makanan tersebut kepada ayahnya. Ayahnya adalah seorang yang miskin. Dia tidak bisa selalu memenuhi permintaan anaknya. Akan tetapi sang anak tidak bisa memahami dan terus merengek setiap waktu untuk meminta gula-gula. Sang ayah berpikir keras bagaimana caranya untuk menghentikan permintaan sang anak. Di sana terdapat seorang manusia suci yang tinggal di dekat rumahnya. Sang ayah mempunyai sebuah ide. Dia memutuskan untuk membawa anaknya kepada lelaki tersebut dengan harapan dia dapat membujuk sang anak agar berhenti meminta gula-gula setiap saat.
            Sang ayah dan anak pergi kepada lelaki suci tersebut. Sang ayah berkata kepadanya, “Wahai orang suci, bisakah engkau meminta kepada anakku agar berhenti meminta gula-gula, karena aku tidak mampu memenuhinya?” orang suci ini nempak dalam kesulitan, karena dia juga sangat menyukai gula-gula. Bagaimana mungkin dia meminta sang anak berhenti meminta gula-gula? Orang suci ini akhirnya berkata kepada sang ayah, agar membawa kembali kepadanya setelah satu bulan.
            Selama satu bulan, orang suci itu berhenti memakan gula-gula. Ketika sang ayah dan anaknya kembali, dia berkata kepada sang anak, “anakku sayang, maukah kamu berhenti meminta gula-gula, karena ayahmu tidak mampu memenuhinya?” setelah itu sang anak berhenti meminta gula-gula.
            Sang ayah bertanya kepada orang suci itu, “kenapa kamu tidak meminta anakku berhenti meminta gula-gula sebulan yang lalu ketika kami datang?” orang suci menjawab, “bagaimana mungkin aku meminta anak itu untuk berhenti meminta gula-gula, sedangkan aku sangat menyukainya. Dan pada akhir bulan akhirnya aku berhenti makan gula-gula.” Sebuah contoh dari seseorang adalah lebih bermakna daripada sebuah kata-kata.
            Ketika kita meminta seseorang untuk melakukan sesuatu, ita harus melakukannya juga. Kita tidak boleh meminta seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak kita lakukan.
Yakinkan selalu bahwa perbuatanmu sesuai dengan kata-katamu.

Mengatasi tekanan hidup dengan "berkata pada diri sendiri "

Mengatasi tekanan hidup dengan "berkata pada diri sendiri "
 
HIDUP penuh cobaan.banyak yang kecewa dan tidak kurang pula melihat dunia dengan wajah suram, kelam dan serba berjerebu. Hidup tidak bermaya dan penuh sedih seakan tidak ada harapan lagi, kecewa dan tertekan.

Pertemuan kali ini saya titipkan beberapa tips untuk menghadapi tekanan itu dengan cara anda berkomunikasi dengan diri anda sendiri. Bercakaplah dengan diri anda.awali  dengan...

1. Aku harus siap menghadapi hidup ini. Apa pun yang terjadi hidup di dunia ini hanya sekali. Aku tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa berguna.

Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar. Segala yang terjadi aku serahkan kepada Allah Yang Maha Tahu, yang terbaik bagiku.

Aku harus sedar yang terbaik bagiku menurutku belum tentu yang terbaik menurut Allah s.w.t. Bahkan, mungkin aku menuruti keinginan dan harapanku sendiri.

Pengetahuanku mengenai diriku atau apa pun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya. Dia tahu awal, akhir dan segalanya.

Sekali lagi betapa pun aku amat menginginkan sesuatu, tetapi hatiku harus ku persiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapanku. Kerana mungkin itulah yang terbaik bagiku.

2. Aku mesti reda dengan kenyataan yang terjadi. Bila sesuatu terjadi, inilah kenyataan dan episod hidup yang harus aku jalani.

Aku harus menikmatinya dan aku tidak boleh larut dalam kekecewaan berterusan. Kecewa dan sakit hati tidak akan merubah segalanya selain membuatkan diriku sengsara.

Hatiku mesti menerima kenyataan, namun tubuh serta fikiranku harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini.

Apabila nasi sudah menjadi bubur, aku harus mencari ayam, kacang, bawang goreng dan sambal, agar bubur ayam istimewa tetap dapat aku nikmati.

3. Aku tidak boleh menyusahkan diri. Aku harus yakin hidup ini bagai siang dan malam pasti silih berganti. Tidak mungkin siang terus-menerus dan tidak mungkin juga malam terus-menerus. Pasti setiap kesenangan ada hujungnya.

Begitupun masalah yang menimpa pasti ada akhirnya. Aku sepatutnya sabar.

Aku harus yakin setiap musibah terjadi dengan izin Allah Yang Maha Adil, pasti sudah diukur dengan sangat cermat oleh-Nya dan tidak mungkin melampaui batas kemampuanku, kerana Dia tidak pernah menzalimi hamba-Nya.

Aku tidak boleh menzalimi diriku, dengan fikiran buruk yang menyusahkan diri. Fikiranku kenalah jernih, terkawal, tenang dan profesional.

Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan, tidak boleh lari dari kenyataan, kerana lari sama sekali tidak menyelesaikan masalah, bahkan sebaliknya hanya akan menambah masalah.

Semua harus aku hadapi dengan baik. Aku tak boleh menyerah kalah.

Mesti segala sesuatu ada akhirnya, walaupun persoalan yang aku hadapi seberat mana sekalipun, seperti yang dijanjikan Allah:

"Sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan." Janji yang tak pernah dimungkiri Allah.

4. Evaluasi (menilai) diri. Segala yang terjadi mutlak adalah izin Allah dan Allah tidak berbuat sesuatu yang sia-sia.

Pasti ada hikmah di sebalik setiap kejadian. Sepahit apa pun pasti ada kebaikan yang terkandung di dalamnya, apabila disingkap dengan sabar dan benar.

Harus aku renungkan mengapa Allah menakdirkan semua ini menimpaku. Boleh jadi peringatan atas dosaku, kelalaianku atau mungkin detik kenaikan kedudukanku di sisi Allah. Mungkin aku harus berfikir untuk mencari kesalahan yang harus aku perbaiki.

Setiap kejadian bagai cermin pribadiku. Aku tidak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang terjadi.

Cuma yang penting kini aku mengetahui diriku sebenarnya dan aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya. Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.

5. Allahlah satu-satunya penolongku. Aku harus yakin, walaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku, tidak mungkin terjadi apa pun tanpa izin-Nya.

Hatiku harus bulat dan yakin hanya Allahlah yang dapat menolong dan memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan.

Tidak ada yang mustahil bagi-Nya, kerana segalanya adalah milik-Nya dan sepenuhnya dalam kekuasaan-Nya.

Tidak ada yang dapat menghalangku jika Dia akan menolong hamba-Nya. Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya.

Oleh kerana itu, aku harus berjuang dan berikhtiar untuk mendekati-Nya dengan mengamalkan segala yang disukai-Nya dan melepaskan hati dari kebergantungan kepada selain-Nya, kerana selain Dia hanyalah sekadar makhluk yang tidak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya.

Ingatlah selalu janji-Nya: "Sesiapa yang bertaqwa kepada-Ku, nescaya Ku beri jalan keluar dari setiap urusannya dan Ku beri rezeki (pertolongan) dari tempat yang tak terduga. Dan sesiapa yang bertawakal kepada-Ku, nescaya akan Ku cukupi segala keperluannya." (QS. 65 (At-Thalaq) : 2-3)

Sabtu, 24 November 2012

Gas Alam

Gas Alam


Gas alam merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat melimpah di dunia ini. Gas alam merupakan bahan bakar yang terbentuk dari fosil-fosil yang telah terkubur selama berjuta-juta tahun lamanya. Kandungan utama dari gas alam adalah metana (CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi dan juga tambang batu bara. Gas alam yang kaya metana apabila diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka bisa menjadi biogas.

Komposisi kimia
Komponen utama dalam gas alam adalah metana (CH4), yang merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Gas alam juga mengandung molekul-molekul hidrokarbon seperti etana (C2H6), propana (C3H8) dan butana (C4H10), selain juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang).
Pengukuran Gas Alam
Karena bentuknya yang berupa gas, metode pengukuran gas alam berbeda dengan batubara. Gas alam dapat diukur berdasarkan volume pada tekanan dan temperatur tertentu. Satuan yang dipakai adalah CF (cubic feet), MCF (ribuan cubic feet), dan MMCF (jutaan cubic feet). Satuan BTU juga sering digunakan sebagai satuan pengukuran gas alam. Satu BTU (British thermal unit ) didefinisikan sebagai sejumlah gas alam yang akan menghasilkan energi yang cukup untuk memanaskan satu pound air dengan satu derajat pada tekanan normal. Satu cubic feet gas alam mengan-dung sekitar 1,027 BT
Produk Gas Alam
a. Gas alam fosil
Gas alam ini merupakan gas alam yang langsung didapat dari perut bumi. Gas alam ada yang bersatu dengan minyak bum, ini dinamakan gas associated. Selain itu, ada pula yang terpisah dan memiliki ladang atau sumur sendiri, ini dinamakan gas non associated.
b. Town gas
Town gas merupakan campuran metana dan gas lain, umumnya mengandung karbon monoksida. Gas ini dapat digunakan layaknya gas alam yang lain dan dapat diproduksi melalui proses gasifikasi batubara. Akan tetapi, saat ini perekembangan teknologi untuk menghasilkan town gas belum ekonomis.
c. Biogas
Biogas adalah gas mudah terbakar   (flammable) yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara). Pada umumnya semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas, namun demikian hanya bahan organik (padat, cair) homogen seperti kotoran dan urine (air kencing) hewan ternak yang cocok untuk sistem biogas sederhana.
d. Gas hydrate
Gas hydrate atau yang biasa disebut gas alam padat adalah kristal es yang terbentuk dimana lapisan es menutupi molekul gas yang terjebak didalamnya.
Pemanfaatan Gas Alam
Gas alam banyak digunakan sebagai bahan bakar untuk berbagai industri dan rumah tangga. Saat ini, penggunaan gas sebagai bahan bakar rumah tangga sedang digalakkan di Indonesia sebagai komditi minyak tanah yang dinilai tidak ekonomis. Selain itu, gas alam biasa digunakan sebagai pembangkit energi listrik. PLTG dan PLTGU menggunakan gas sebagai pemanas boiler maupun HRSG untuk menghasilan uap. Di indusrtri-industri seperti pabrik pupuk, petrokimia, pengelasan, dan bahan bbaku plastik, gas alam digunakan sebagai bahan baku.
Pengolahan Gas Alam
a. Eksplorasi
Sama halnya dengan eksplorasi bahan bakar yang lain, gas alam pun tidak tersedia di setiap tempat. Perlu dilakukan penulusuran dan pencarian tentang sumber-sumber potensial yang mengandung gas alam ini. Gas alam biasanya ditemukan bersamaan dengan minyak bumi, akan tetapi ada pula sumur gas alam yang terpisah sendiri. Banyak cara maupun teknologi yang digunakan untuk proses eksplorasi, diantaranya:
Ø Seismic Exploration
Ø Onshore Seismology
Ø Offshore Seismology
Ø Magnetometers
Ø Gravimeters
Ø 2-D Seismic Interpretation
Ø Computer Assisted Exploration
Ø 3-D Seismic Imaging
Ø 2-D Seismic Imaging
Ø 4-D Seismic Imaging
b. Produksi
Gas yang digunakan oleh konsumen bukanlah gas yang langsung diambil dari sumurnya. Gas tersebut perlu diolah dan diproses untuk menghasilkan gas siap pakai. Beberapa proses yang sering dilakukan untuk menghasilkan gas siap pakai diantaranya:
Produksi LNG
Sebelum dapat dilakukan proses liquefaction, gas yang ditransmisikan dari wellhead harus bersih dan kering. Gas harus dibersihkan dari cairan-cairan hidrokarbon dan kotoran-kotoran serta dari kontaminan. Selanjutnya gas didinginkanuntuk menjadikan air terkondensasi kemudian dilakukan proses dehidrasi untuk menghilangkan uap air. Apabila terdapat kandungan merkuri dalam feed gas maka harus dihilangkan. Gas alam hanya boleh mengandung methana dengan sedikit hidrokarbon ringan agar proses dapat berjalan efisien. Proses liquefaction setelah pendinginan gas dengan menggunakan pemindah panas. Gas disirkulasikan melalui coil tabung alumunium, dialirkan ke pendingin hidrokarbon nitrogen yang terkompresi. Perpindahan panas selesai seiring dengan menguapnya pendingin, kemudian gas didinginkan di dalam tabung sebelum dikembalikan ke kompresor. Gas alam cair dipompakan ke dalam tangki penyimpanan sampai siap diangkut ke dalam tanker.
komponen2-lng
Gambar 1. Komponen-Komponen dari LNG Liquefaction Plant
  1. Distribusi
Karena wujudnya yang berupa gas, gas alam memiliki beberapa cara untuk didistribusikan. Setidaknya ada empat cara untuk mendistribusikan gas ala mini, yaitu :
Ø Distribusi melalui pipa salur.
Ø Distribusi dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG), biasanya dilakukan untuk distribusi jarak jauh
Ø Distribusi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG)
Ø Distribusi dengan memadatkan gas (hydrate methane), akan tetapi teknologi ini masih terus dikembangkan karena masih belum ekonomis.
d. Penyimpanan gas alam
Metode penyimpanan (storage) gas alam dilakukan dengan “Natural Gas Underground Storage“, yakni suatu ruangan raksasa di bawah tanah yang lazim disebut sebagai “salt dome” yakni kubah-kubah dibawah tanah yang terjadi dari reservoir sumber-sumber gas alam yang telah depleted.
Penyimpanan LNG
Untuk mendukung proses regasifikasi, LNG disimpan dalam tanki bertekanan atmosfer, dengan tembok ganda, bersekat dengan fitur-fitur inovatif, kemanan tinggi dan desain yang stabil. Tembok tanki bagian dalam terdiri atas besi baja khusus dengan kandungan nikel tinggi seperti alumunium dan tahan terhadap temperatur cryogenic. Untuk mencegah kebocoran, beberapa tanki penyimpanan diperkuat dengan sistem penahan ganda, di mana tembok bagian dalam dan luar sama-sama dapat dimuat LNG.
Gas Alam di Indonesia
Cadangan total gas alam di Indonesia menmpati urutan ke 11 di dunia. Gambar dibawah menunjukkan jumlah cadangan gas alam baik yang sudah dibuktikan maupun belum.
cadangan-lng
Gambar 2. Cadangan gas alam di Indonesia

Kamis, 22 November 2012

Hidup adalah Pilihan

Hidup adalah Pilihan dan Setiap Pilihan Punya #Konsekuensi (oleh Ust. Felix Siauw dalam Buku Beyond The Inspiration)

1. setiap pilihan apapun pilihannya pasti punya risiko, #konsekuensi yg harus ditanggung dari pilihan itu :)

2. org yg tinggal di gunung risikonya gunung meletus, tinggal di pantai risikonya tsunami, setiap pilihan ada #konsekuensi

3. dagang risikonya rugi, kalo nggak dagang nggak ada risiko? » ada, risikonya nggak dagang » nggak punya duit, tetep ada #konsekuensi-nya

4. naik ketempat yang tinggi risikonya jatuh kebawah, kl nggak naik ke atas, tetep ada risiko, ketiban yang jatuh, ada #konsekuensi kan? :)

5. naik mobil bisa tabrakan, pesawat bisa jatuh, kapal bisa tenggelem, motor bisa tabrakan, gak naik apa-apa? » DITABRAK! :D #konsekuensi

6. SEMUA pilihan, baik atau buruk, maksiat atau taat, pasti ada #konsekuensi nya, ada risikonya dari pilihan itu..

7. terkadang org2 mikir kl taat sama Allah berisiko susah, padahal nggak saat sama Allah jg berisiko, malah lebih besar

8. misalnya, jihad risiko & #konsekuensi nya memang mati, tp kl nggak jihad apa nggak mati-mati?

9. taat sama Allah memang sulit, #konsekuensi-nya diolok-olok, diancam, bahkan di beberapa tempat dikenai dengan hal fisik :)

10. Rasul pun berdakwah #konsekuensi-nya dapat halangan fisik (dipukul, dilempar batu, dilempar kotoran ternak)


11. Padahal itu seorang Rasulullah yang paling mulia akhlak dan lisannya mendapat #konsekuensi fisik dan olok2an ktk dakwah » gimana kita?

12. jgn mengeluh dengan beberapa hal yg menimpa kita saat kita taat kepada Allah » itulah #konsekuensi pilihan kita

13. tkdng istri protes kpd sy ktika waktu buat dia ‘sedikit’, sy ingatkan “ini pilihan kita, kita udah tau #konsekuensi nya sejak dulu”

14. hasil yang besar #konsekuensi-nya harus selalu dibarengi dengan investasi yang juga besar :) begitu sebaliknya..

15. bila anda tidak mau #konsekuensi dari pilihan anda, lebih baik lupakan keinginan anda sekarang juga

16. #konsekuensi ingin menguasai bahasa arab adalah meluangkan waktu dan terus berlatih, kalo nggak mau menjalaninya » lupakan sajalah..

17. #konsekuensi ingin jadi dokter, ya melahap sobota dan banyak menghafal, banyak praktek dan diskusi, ya kan?

18. #konsekuensi masuk surga ya lakukan ketaatan, shalat, puasa, zakat, tutup aurat, dan kewajiban lainnya, kl gak mau, lupakan aja surga!

19. ada akhwat yg mau dapet ikhwan shalih, takut dpt yg ancur, tapi dianya nggak mau nutup aurat, alasannya segudang » lupakan ajalah..

20. ada ikhwan yg mau dapet akhwat shalihah, tp maunya pacaran, nggak mau #konsekuensi dengan nikah » udah lupakan aja..

21. suatu pilihan ada #konsekuensi nya, tapi begitu banyak orang yg cuma mau milih tapi ogah dengan #konsekuensi nya.. -_-

22. maka bersabarlah dalam kesulitan dunia saat ini, bagi yg ada di jalan ketaatan, kesulitan adalah keniscayaan :)

23. jangan sangka pula yg berbuat buruk di dunia nggak ada #konsekuensi nya, dalam waktu yg dekat akan dibayar lunas Allah di dunia/akhirat

24. jadi bersabarlah yg taat pada Allah, yg memperjuangkan kebangkitan Islam, apapun yang kita temui dari batu2 penghalang adalah #konsekuensi

Hidup Ini Pilihan, Atau Takdir?

Hidup Ini Pilihan, Atau Takdir?

Hidup Ini Pilihan, Atau Takdir?

Felix Yanuar Siauw

Felix_SiauwYa sudahlah.. percuma aku berusaha lebih keras lagi, ini sudah takdirku…
Untuk apa mendakwahkan Islam untuk memperbaiki umat?! kenyataan bahwa kaum muslim kini terpuruk sudah takdir yang diberikan Allah…
Semua penderitaan kita sudah tertulis di Lauh al-Mahfudz, jadi walaupun kita terus berjuang mengubah kemunkaran, tidak akan ada yang berubah!
Sudah garis tangannya Si Fulan untuk menjadi ustadz yang paham agama, sedangkan aku garis tangannya menjadi pengusaha. Oleh karena itu bukan urusanku untuk menyampaikan agama Islam.
Rizki itu di tangan Allah, semua sudah ditentukan sebelum kita dilahirkan di dunia, jadi jangan kuatir dengan rizki, kalau memang rizki itu milik kita, ia akan datang walaupun kita tidak mengusahakannya…
Kegagalan saya bukanlah kesalahan saya, melainkan sudah takdir dari yang Maha Kuasa…

Kata-kata takdir sering kali membatasi manusia dari melakukan yang terbaik dari dirinya, menjadi yang terbaik, dan mengubah sesuatu yang berada di depannya. Kata ini seolah-olah menjadi legitimasi bagi seseorang untuk melakukan aktivitasnya secara minimalis dan menjadi alasan khususnya bagi kaum muslim untuk menghindar dan mengelak dari seruan Tuhan mereka.

Kesalahan pandangan terhadap konsep takdir biasanya dimulai dari tidak tepatnya seseorang mengartikan ketiga hal yang berkaitan dengan Allah, yaitu Ilmu Allah, Kehendak Allah dan Lauh al-Mahfudz. Mereka yang berpandangan salah tentang konsep takdir merasa bahwa apa yang mereka lakukan dan yang terjadi di dunia sudah diketahui oleh Allah sebagai yang Maha Tahu, sudah dikehendaki Allah sebagai yang Maha Berkehendak serta sudah tertulis di dalam Lauh al-Mahfudz.

Sebagai manusia, makhluk yang terbatas, mereka merasa terpaksa berada dalam kondisi yang memang sudah ditentukan oleh yang Maha Kuasa. Padahal ketiga hal tersebut, yaitu Ilmu Allah, Kehendak Allah dan Lauh al-Mahfudz tidak boleh sekali-kali dicampuradukan dengan pembahasan takdir, karena tidak seorang pun yang mengetahui ilmu Allah, seperti apa Allah berkehendak atas dirinya, dan juga tidak mengetahui apa yang tertulis di dalam Lauh al-Mahfudz.

Ada sebuah ilustrasi yang sangat masyhur. Adalah seorang pencuri yang tertangkap dimasa pemerintahan Islam sedang jaya-jayanya. Sang pencuri ini tengah diproses oleh seorang Hakim. Lalu si pencuri berkata membela diri ”Wahai tuan hakim, sungguh tidak pantas tuan menghukum saya”. Dia melanjutkan, ”karena apa yang saya lakukan ini sesungguhnya sudah diketahui oleh Allah dan Allah membiarkannya (mengizinkannya), dan sesungguhnya Allah-lah yang berkehendak atas terjadinya pencurian ini, dan kita semua tahu, di Lauh al-Mahfudz sesungguhnya telah tertulis semua aktivitas kita dari mulai dilahirkan sampai kita menemui ajal, termasuk pencurian ini sesungguhnya telah tertulis di kitab tersebut, sehingga tidak pantas tuan hakim menjatuhkan hukuman kepada saya, karena perbuatan ini bukan karena kehendak saya”.

Hakim tersebut lalu berpikir tentang hal tersebut, setelah lama berpikir akhirnya ia mengeluarkan keputusan untuk menghukum si pencuri itu. ”Baik, masukkan dia ke dalam sel penjara!”, ujarnya. Si pencuri protes kepada tuan hakim dengan penjelasannya yang panjang lebar tadi, yang intinya adalah pencurian itu bukan kehendaknya tetapi kehendak Allah, atau sudah nasibnya. Sang hakim pun berkata dengan tenang ”Sebenarnya saya tidak mau menjatuhkan hukuman kepadamu, tetapi bagaimana lagi, ini juga kehendak Allah, dan di Lauh al-Mahfudz juga sudah tertulis pada hari ini dan waktu ini saya mengeluarkan hukuman penjara bagimu!”

Punya Pilihan
Ilustrasi di atas memberikan kita kejelasan bahwa si pencuri mencoba mencampuradukkan Ilmu Allah, Kehendak Allah dan Lauh al-Mahfudz dalam pembahasan takdir, sehingga pembahasan takdir menjadi kacau. Dan sampai sekarang pun masih banyak kelompok atau individu yang salah memahami konsep takdir, sehingga termasuklah mereka kedalam kaum fatalis, yaitu kaum yang menganggap bahwa manusia seperti daun yang terombang ambing di permukaan air.

Dengan kata lain, manusia tidak mempunyai pilihan untuk mengarahkan hidupnya. Kaum fatalis ini menganggap masuknya manusia ke dalam surga ataupun kedalam neraka sesungguhnya telah ditentukan sejak awal, dan manusia tidak memiliki kekuatan untuk mengubahnya.

Jika kita menginginkan untuk berfikir efektif dan produktif, hendaknya kita tidak boleh mencampuradukkan pembahasan takdir dengan Ilmu Allah, Kehendak Allah dan Lauh al-Mahfudz. Tidak kita sangsikan bahwa Allah pasti mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada dunia yang diciptakan-Nya. Ia juga mengetahui semua perbuatan hamba-Nya, baik yang telah kita perbuat, yang sedang kita buat maupun yang akan kita perbuat. Dan kita pun tahu bahwa apa pun yang menjadi kehendak Allah pastilah terjadi di atas muka bumi ini.

Kita pun yakin bahwa semua perbuatan kita dari lahir hingga mati sesungguhnya telah tertulis di Lauh al-Mahfudz. Tetapi, semua itu tidak berarti kita tidak bisa memilih apa yang kita perbuat. Sebagai contoh, Allah sudah mengetahui dan berkehendak Anda membaca artikel ini di Lauh al-Mahfudz pun sudah tertulis, pada tanggal ini jam sekian Anda membaca sampai pada pembahasan takdir ini. Tetapi Anda juga ingat bahwa ketika berada di website ini Anda bisa memilih dengan bebas apakah artikel ini ataukah artikel lain yang Anda baca.

Dengan kata lain, Anda memiliki pilihan untuk melakukan sesuatu, memilih sesuatu dan menjadi sesuatu. Kehendak bebas atau kesempatan memilih yang diberikan Allah kepada manusia inilah yang akhirnya melahirkan konsekuensi logis, yaitu pertanggungjawaban manusia atas perbuatan-perbuatan yang dipilih olehnya. Pertanggungjawaban ini di akhirat kita sebut dengan prosesi hisab. Di dunia pun, sudah sewajarnya bila kita dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipilihnya.

Pada seorang individu, selain perbuatan-perbuatan atau kejadian-kejadian yang bisa dipilih dan berada di dalam kendali manusia untuk memilihnya, ada juga kejadian-kejadian di mana manusia tidak mempunyai pilihan atasnya, dan dipaksakan terjadi atas manusia itu, serta sudah ditetapkan atas manusia, baik dia suka maupun tidak. Misalnya, manusia pasti akan mati, wanita memiliki kemampuan melahirkan, pria memiliki kecenderungan kepada wanita, matahari terbit dari timur dan terbenam di barat, bencana alam yang terjadi dan lain-lain.

Dalam hal ini, Allah tidak memberikan ruang kepada manusia untuk memilih, sehingga apa pun yang terjadi, manusia tidak perlu atau tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang terjadi, karena hal itu tidak dapat dipilihnya. Di dunia pun, Anda tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas hal yang tidak bisa anda pilih. Misalnya, tidak seorang pun bertanya kepada Anda, kenapa anda adalah seorang pria? atau bertanya kepada Anda, mengapa matahari terbit dari timur? Mengapa manusia akan mati?. Sekali lagi, dalam hal yang tidak bisa kita pilih, kita tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang terjadi pada diri kita maupun orang lain.

Tidak dapat dipilih
Sederhananya adalah, kejadian-kejadian yang terjadi pada manusia bisa dikelompokkan dalam dua bagian. Bagian pertama adalah kejadian yang terjadi pada diri manusia yang dapat dipilih. Bagian kedua adalah kejadian yang terjadi pada diri manusia yang tidak dapat dipilih, atau dipaksa terjadi atasnya. Pada bagian pertama, kita bisa memilih perbuatan atau kejadian sesuai keinginan kita, karena itulah kejadian itu akan dimintai pertanggungjawaban. Hal ini berarti, menjadi rajin ataupun menjadi malas, menjadi orang yang amanah atau yang khianat, menjadi seorang pemarah atau penyabar, menaati perintah Allah atau membangkangnya adalah sesuatu yang dapat kita pilih.

Sedangkan pada bagian kedua, kita dipaksa menerima kejadian itu dan tidak diberikan pilihan, inilah yang kita sebut takdir. Dan terhadap takdir atau ketetapan yang diberikan kepada kita, baik atau burauknya itu menurut kita, maka kita wajib mengimaninya, dan yakin bahwa itu yang terbaik untuk kita yang berasal dari Allah swt.

Prakteknya dalam kehidupan sehari-hari, jika sesuatu terjadi atas kita ataupun terhadap orang lain, dan itu tidak dapat dipilihnya, maka kita tidak boleh protes atau mengeluh secara berlebihan, serta tidak boleh menyalahkan diri sendiri atas kejadian itu. Karena itu semua berasal dari Allah, dzat yang maha memberi ketetapan, dan apa yang diberikan oleh-Nya pasti baik.

Setelah pembahasan ini, kita menyadari bahwa tidak sepatutnya kita menyalahkan takdir atas kejadian-kejadian yang sebenarnya bisa kita pilih. Apa yang terjadi di masa yang lalu mungkin beberapa diantaranya termasuk dalam hal yang bisa kita pilih. Masa depan pun sesungguhnya bisa kita pilih, ingin menjadi apakah Anda?

Felix Yanuar Siauw adalah Islamic Inspirator

HIDUP ADALAH PILIHAN

Sebuah Renungan: HIDUP ADALAH PILIHAN


1 
Suatu hari nanti….
Aku ingin berhenti dari begadang nonton TV dan main game sampai larut malam. Agar aku tidak terlambat untuk shalat Shubuh seperti yang biasa aku lakukan. Ah… tapi nantilah kapan-kapan saja aku memulainya…
Suatu hari nanti….
Aku ingin berhenti dari mengawali hariku dengan mendengarkan lagu-lagu sampah yang haram. Berhenti dari mendengarkannya dengan earphone ketika berangkat sekolah, bekerja, atau ketika nongkrong. Aku ingin hari-hariku diisi dengan hanya mendengarkan bacaan Al Qur’an yang bisa membuatku menangis, serta pelajaran agama dari para ustadz yang membuat imanku bertambah. Ah… tapi nanti kapan-kapan saja aku memulainya…
Suatu hari nanti…
Aku ingin berhenti nongkrong di pinggir jalan dengan teman-teman yang kerjanya hanya merokok, mengumpat dengan kata-kata kasar, dan menggoda wanita.
Aku ingin datang ke masjid untuk shalat berjamaah, mendengarkan pengajian yang bisa menggetarkan hatiku. Aku ingin berkumpul bersama orang-orang shalih yang dari mulutnya sering keluar dzikrullah. Betapa sejuk sering mendengar subhanallah dan alhamdulillah.
Aku ingin berkumpul bersama mereka, yang bisa menasehati dalam kebaikan dan mengingatkanku untuk menjauhi keburukan. Berkumpul bersama mereka-mereka yang selalu menebar senyum dan berwajah cerah, yang optimis dalam menjalani hidup ini, karena memiliki harapan besar bahwa Allah akan membalas kebaikan bagi hamba-hambaNya yang bertakwa. Ah… tapi nanti kapan-kapan saja aku memulainya…
Suatu hari nanti….
Aku akan berhenti nongkrong dengan cewek-cewek di mall dan bioskop. Berhenti bergaul dengan wanita-wanita yang mengobral murah diri mereka dengan berpakaian minim. Aku akan berusaha menjadi lebih dewasa, menjadi lebih bertanggung jawab terhadap diriku sendiri.
Aku ingin memperbaiki agamaku, ingin rajin shalat dan berpuasa. Aku ingin mulai mengaji, belajar membaca Al Qur’an, belajar tauhid, aqidah, dan fiqh. Lalu aku akan melakukan pekerjaan yang halal, menikah dengan istri yang shalihah, dan insya Allah melahirkan putra-putri yang lucu dan shalih. Dan kami akan menjadi keluarga bahagia yang mengabdikan hidup kami demi dakwah dan beribadah kepada Allah. Ah… tapi nanti kapan-kapan saja aku memulainya…
Suatu hari nanti….
Ketika aku masih ingin berubah menjadi lebih baik… SUDAH TERLAMBAT!! Karena Allah telah mengutus malaikat maut untuk mencabut nyawaku dengan keras tanpa ampun. Allah telah memberiku umur berjam-jam, berhari-hari, bahkan bertahun-tahun. Namun aku tidak bisa memenuhi shalat 5 waktu dalam sehari! Syaithan telah membuatku malas melakukannya karena games, musik, dan wanita. Ketika malaikat maut datang pun aku masih berpikir, “Aku ingin berubah suatu hari, tapi tidak hari ini”
Aku telah kehabisan waktu. Apakah malaikat maut datang ketika aku sebagai orang yang banyak bermaksiat? Jika ya, celakalah aku!!
Ketahuilah saudaraku, ketika kita mati nanti, akan datang beberapa malaikat. Sikap mereka akan bergantung pada amal kita ketika hidup. Jika seorang hamba bertakwa kepada Allah, berpaham akidah islam yang benar, maka akan datang malaikat dengan wajah putih laksana mentari, yang mencabut ruhnya dengan lembut. Ruh tersebut semerbak harumnya. Lalu ruh tersebut dibawa ke langit dunia, dibukakan pintu langit untuknya, lalu terus dia dibawa naik hingga langit ketujuh.
Lalu Allah memerintahkan untuk mengembalikan ruh tersebut ke jasadnya yang dikubur di dalam tanah. Lalu ia didatangi dua malaikat yang sangat keras hardikannya, keduanya menghardiknya, mendudukannya, lalu menanyakan padanya, “Siapa Rabbmu?” Ia menjawab, “Rabbku adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Ditanya lagi, “Apa agamamu?” “Agamaku Islam”, jawabnya. “Siapakah lelaki yang diutus di tengah kalian?” tanya dua malaikat lagi. “Dia adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,” jawabnya. “Apa amalmu?” pertanyaan berikutnya. “Aku membaca kitabullah, lalu aku beriman dan membenarkannya”, jawabnya. Terdengarlah suara penyeru dari langit yang menyerukan, “Telah benar hamba-Ku. Maka bentangkanlah untuknya permadani dari surga. Pakaikanlah ia pakaian dari surga, dan bukakan untuknya sebuah pintu ke surga!”
Namun jika seorang hamba banyak bermaksiat kepada Allah, tidak meyakini akidah Islam dengan benar, maka akan datang malaikat yang keras, kaku, dan berwajah hitam, yang mencabut ruhnya dengan kasar. Ruh tersebut memiliki bau paling busuk yang pernah ada di muka bumi. Lalu ruh tersebut dibawa ke langit dunia, namun setibanya di pintu langit dunia, ruh tersebut ditolak masuk.
Allah lalu memerintahkan untuk melemparkan begitu saja ruhnya yang busuk itu ke dalam jasadnya yang dikubur dalam tanah. Lalu ia didatangi dua malaikat yang sangat keras hardikannya. Keduanya menghardiknya, mendudukkannya, dan menanyakan kepadanya, “Siapakah Rabbmu?”. Ia menjawab, “Hah… hah… Aku tidak tahu,” jawabnya. “Siapakah lelaki yang diutus di tengah kalian?” tanya dua malaikat lagi. Kembali ia menjawab, “Hah… hah… aku tidak tahu.” “Telah dusta orang itu. Maka bentangkanlah untuknya hamparan dari neraka dan bukakan untuknya sebuah pintu ke neraka!”
Begitulah saudaraku, hidup ini adalah pilihan. Kita bisa memilih menjadi orang baik maupun buruk. Segera menjadi baik atau terlambat menyesalinya. Segeralah berubah, segeralah bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuni semua dosa-dosa.
“Belum datangkah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” [Q.S. Al Hadid: 16]. (Ristyandani)
[Disalin dari majalah Tashfiyah edisi 16 vol.02 1433H-2012M hal.62-65)

Jumat, 09 November 2012

SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE

SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE

Spektrofotometri visible disebut juga spektrofotometri sinar tampak. Yang dimaksud sinar tampak adalah sinar yang dapat dilihat oleh mata manusia. Cahaya yang dapat dilihat oleh mata manusia adalah cahaya dengan panjang gelombang 400-800 nm dan memiliki energi sebesar 299–149 kJ/mol.
          Elektron pada keadaan normal atau berada pada kulit atom dengan energi terendah disebut keadaan dasar (ground-state). Energi yang dimiliki sinar tampak mampu membuat elektron tereksitasi dari keadaan dasar menuju kulit atom yang memiliki energi lebih tinggi atau menuju keadaan tereksitasi.
           Cahaya yang diserap oleh suatu zat berbeda dengan cahaya yang ditangkap oleh mata manusia. Cahaya yang tampak atau cahaya yang dilihat dalam kehidupan sehari-hari disebut warna komplementer. Misalnya suatu zat akan berwarna orange bila menyerap warna biru dari spektrum sinar tampak dan suatu zat akan berwarna hitam bila menyerap semua warna yang terdapat pada spektrum sinar tampak. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut.
Panjang gelombang (nm)
Warna warna yang diserap
Warna komplementer (warna yang terlihat)
400 – 435
Ungu
Hijau kekuningan
435 – 480
Biru
Kuning
480 – 490
Biru kehijauan
Jingga
490 – 500
Hijau kebiruan
Merah
500 – 560
Hijau
Ungu kemerahan
560 – 580
Hijau kekuningan
Ungu
580 – 595
Kuning
Biru
595 – 610
Jingga
Biru kehijauan
610 – 800
Merah
Hijau kebiruan
         Pada spektrofotometer sinar tampak, sumber cahaya biasanya menggunakan lampu tungsten yang sering disebut lampu wolfram. Wolfram merupakan salah satu unsur kimia, dalam tabel periodik unsur wolfram termasuk golongan unsur transisi tepatnya golongan VIB atau golongan 6 dengan simbol W dan nomor atom 74. Wolfram digunakan sebagai lampu pada spektrofotometri tidak terlepas dari sifatnya yang memiliki titik didih yang sangat tinggi yakni 5930 °C.
http://wanibesak.files.wordpress.com/2011/02/clip_image002.jpg
Gambar 2 jenis spektronic-20 yang bekerja pada rentang panjang gelombang sinar tanpak. Gambar atas merupakan spectronic-20 lama yang sudah jarang bahkan mungkin tidak diproduksi lagi. Sedangkan gambar kedua adalah spectronic-20 terbaru.
        Panjang gelombang yang digunakan untuk melakukan analisis adalah panjang gelombang dimana suatu zat memberikan penyerapan paling tinggi yang disebut λmaks. Hal ini disebabkan jika pengukuran dilakukan pada panjang gelombang yang sama, maka data yang diperoleh makin akurat atau kesalahan yang muncul makin kecil.
        Berdasarkan hukum Beer absorbansi akan berbanding lurus dengan konsentrasi, karena b atau l harganya 1 cm dapat diabaikan dan ε merupakan suatu tetapan. Artinya konsentrasi makin tinggi maka absorbansi yang dihasilkan makin tinggi, begitupun sebaliknya konsentrasi makin rendah absorbansi yang dihasilkan makin rendah.
         Hubungan antara absorbansi terhadap konsentrasi akan linear (A≈C) apabila nilai absorbansi larutan antara 0,2-0,8 (0,2 ≤ A ≥ 0,8) atau sering disebut sebagai daerah berlaku hukum Lambert-Beer. Jika absorbansi yang diperoleh lebih besar maka hubungan absorbansi tidak linear lagi. Kurva kalibarasi hubungan antara absorbansi versus konsentrasi dapat dilihat pada Gambar.
    clip_image004
    Gambar Kurva hubungan absorbansi vs konsentrasi
    Faktor-faktor yang menyebabkan absorbansi vs konsentrasi tidak linear:
  1. Adanya serapan oleh pelarut. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan blangko, yaitu larutan yang berisi selain komponen yang akan dianalisis termasuk zat pembentuk warna.
  2. Serapan oleh kuvet. Kuvet yang ada biasanya dari bahan gelas atau kuarsa, namun kuvet dari kuarsa memiliki kualitas yang lebih baik.
  3. Kesalahan fotometrik normal pada pengukuran dengan absorbansi sangat rendah atau sangat tinggi, hal ini dapat diatur dengan pengaturan konsentrasi, sesuai dengan kisaran sensitivitas dari alat yang digunakan (melalui pengenceran atau pemekatan).
             Zat yang dapat dianalisis menggunakan spektrofotometri sinar tampak adalah zat dalam bentuk larutan dan zat tersebut harus tampak berwarna, sehingga analisis yang didasarkan pada pembentukan larutan berwarna disebut juga metode kolorimetri.
            Jika tidak berwarna maka larutan tersebut harus dijadikan berwarna dengan cara memberi reagen tertentu yang spesifik. Dikatakan spesifik karena hanya bereaksi dengan spesi yang akan dianalisis. Reagen ini disebut reagen pembentuk warna (chromogenik reagent). Berikut adalah sifat-sifat yang harus dimiliki oleh reagen pembentuk warna:
  1. Kestabilan dalam larutan. Pereaksi-pereaksi yang berubah sifatnya dalam waktu beberapa jam, dapat menyebabkan timbulnya semacam cendawan bila disimpan. Oleh sebab itu harus dibuat baru dan kurva kalibarasi yang baru harus dibuat saat setiap kali analisis.
  2. Pembentukan warna yang dianalisis harus cepat.
  3. Reaksi dengan komponen yang dianalisa harus berlangsung secara stoikiometrik.
  4. Pereaksi tidak boleh menyerap cahaya dalam spektrum dimana dilakukan pengukuran.
  5. Pereaksi harus selektif dan spesifik (khas) untuk komponen yang dianalisa, sehingga warna yang terjadi benar-benar merupakan ukuran bagi komponen tersebut saja.
  6. Tidak boleh ada gangguan-gangguan dari komponen-komponen lain dalam larutan yang dapat mengubah zat pereaksi atau komponen komponen yang dianalisa menjadi suatu bentuk atau kompleks yang tidak berwarna, sehingga pembentukan warna yang dikehandaki tidak sempurna.
  7. Pereaksi yang dipakai harus dapat menimbulkan hasil reaksi berwarna yang dikehendaki dengan komponen yang dianalisa, dalam pelarut yang dipakai.
              Setelah ditambahkan reagen atau zat pembentuk warna maka larutan tersebut harus memiliki lima sifat di bawah ini:
  1. Kestabilan warna yang cukup lama guna memungkinkan pengukuran absorbansi dengan teliti. Ketidakstabilan, yang mengakibatkan menyusutnya warna larutan (fading), disebabkan oleh oksidasi oleh udara, penguraian secara fotokimia, pengaruh keasaman, suhu dan jenis pelarut. Namun kadang-kadang dengan mengubah kondisi larutan dapat diperoleh kestabilan yang lebih baik.
  2. Warna larutan yang akan diukur harus mempunyai intensitas yang cukup tinggi (warna harus cukup tua) yang berarti bahwa absortivitas molarnya (ε) besar. Hal ini dapat dikontrol dengan mengubah pelarutnya. Dalam hal ini dengan memilih pereaksi yang memiliki kepekaan yang cukup tinggi.
  3. Warna larutan yang diukur sebaiknya bebas daripada pengaruh variasi-variasi kecil kecil dalam nilai pH, suhu maupun kondisis-kondisi yang lain.
  4. Hasil reaksi yang berwarna ini harus larut dalam pelarut yang dipakai.
  5. Sistem yang berwarna ini harus memenuhi Hukum Lambert-Beer.
    Menentukan konsentrasi sampel dengan cara kurva kalibrasi
               Konsentrasi sampel dalam suatu larutan dapat ditentukan dengan rumus yang diturunkan dari hukum lambert beer (A= a . b . c atau A = ε . b . c). Namun ada cara lain yang dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu spesi yang ada dalam suatu larutan yakni dengan cara kurva kalibarasi. Cara ini sebenarnya masih tetap bertumpu pada hukum Lambert-Beer yakni absorbansi berbanding lurus dengan konsentrasi.
                Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam penentuan konsentrasi zat dengan kurva kalibarasi:
  1. Maching kuvet : mencari dua buah kuvet yang memiliki absorbansi atau transmitansi sama atau hampir sama. Dua buah kuvet inilah yang akan digunakan untuk analisis, satu untuk blanko, satu untuk sampel. Dalam melakukan analisis Maching kuvet harus dilakukan agar kesalahannya makin kecil.
  2. Membuat larutan standar pada berbagai konsentrasi. Larutan standar yaitu larutan yang konsentrasinya telah diketahui secara pasti. Konsentrasi larutan standar dibuat dari yang lebih kecil sampai lebih besar dari konsentrasi analit yang diperkirakan.
  3. Ambilah salah satu larutan standar, kemudian ukur pada berbagai panjang gelombang. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pada panjang gelombang berapa, absorbansi yang dihasilkan paling besar. Panjang gelombang yang menghasilkan absorbansi paling besar atau paling tinggi disebut panjang gelombang maksimum (lmaks).
  4. Ukurlah absorbansi semua larutan standar yang telah dibuat pada panjang gelombang maksimum.
  5. Catat absorbansi yang dihasilkan dari semua larutan standar, kemudian alurkan pada grafik absorbansi vs konsentrasi sehingga diperoleh suatu kurva yang disebut kurva kalibarasi. Dari hukum Lambart-Beer jika absorbansi yang dihasilkan berkisar antara 0,2-0,8 maka grafik akan berbentuk garis lurus, namun hal ini tidak dapat dipastikan.
Misalkan absorbansi yang dihasilkan dari larutan standar yang telah dibuat adalah
Absorbansi
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6
0,7
0,8
0,9
konsentrasi
2 ppm
4 ppm
6 ppm
8 ppm
10 ppm
12 ppm
14 ppm
16 ppm
Grafiknya adalah
clip_image005
6. Ukurlah absorbansi larutan yang belum diketahui konsentrasinya. Setelah diperoleh absorbansinya, masukan nilai tersebut pada grafik yang diperoleh pada langkah 5. Misalkan absorbansi yang diperoleh 0,6. Maka jika ditarik garis lurus konsentrasi sampel akan sama dengan konsentrasi larutan standar 10 ppm. Maka grafiknya sebagai berikut:
clip_image006
Selain dengan cara diatas konsentrasi sampel dapat dihitung dengan persamaan regresi linear:
clip_image008
persamaan di atas dapat dihitung dengan bantuan kalkulator. Setelah diperoleh persamaan di atas, absorbansi sampel yang diperoleh dimasukan sebagai nila y sehingga diperoleh nila x. Nilai x yang diperoleh merupakan konsentrasi sampel yang dianalisis. 
Komponen-komponen dalam spektrofotometri adalah sebagai berikut:
- Sumber cahaya
Sebagai sumber cahaya pada spektrofotometer, haruslah memiliki pancaran radiasi yang stabil dan intensitasnya tinggi. Sumber energi cahaya yang biasa untuk daerah tampak ultraviolet dekat, dan inframerah dekat adalah sebuah lampu pijar dengan kawat rambut terbuat dari wolfram (tungsten). Lampu ini mirip dengan
bola lampu pijar biasa, daerah panjang gelombang (l ) adalah 350 – 2200 nanometer (nm). Di bawah kira-kira 350 nm, keluaran lampu wolfram itu tidak memadai untuk spektrofotometer dan harus digunakan sumber yang berbeda. Paling lazim adalah lampu tabung tidak bermuatan (discas) hidrogen (atau deuterium) 175 ke 375 atau 400 nm.
- Monokromator
Monokromator adalah alat yang berfungsi untuk menguraikan cahaya polikromatis menjadi beberapa komponen panjang gelombang tertentu yang berbeda. Ada dua macam monokromator:
- Prisma
Prisma dapat mendispersikan atau menyebarkan suatu berkas cahaya putih menjadi spectrum, yang didalamnya bermacam-macam warna yang menyusun cahaya putih itu dapat dikenal secara terpisah. Dengan monokromator prisma, suatu lebar celah tertentu tidak menghasilkan derajat monokromatis yang sama pada seluruh spectrum.
- Kisi difraksi
Keunutngan menggunakan kisi difraksi adalah:
- Dispersi sinar merata
- Dispersi lebih baik dengan ukuran pendispersi yang sama
- Dapat digunaka dalam seluruh jangkauan spectrum
- Kuvet
Kuvet spektrofotometer adalah suatu alat yang digunakan sebagai tempat
contoh atau cuplikan yang akan dianalisis. Kuvet harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
- Tidak berwarna sehingga dapat mentransmisikan semua cahaya
- Permukaannya secara optis harus benar-benar sejajar
- Harus tahan (tidak bereaksi) dengan bahan-bahan kimia
- Tidak boleh rapuh
- Mempunyai bentuk (design) yang sederhana
Kuvet biasanya terbuat dari kwars, plexigalass, kaca, plastic dengan bentuk tabung
empat persegi panjang 1 x 1 cm dan tinggi 5 cm. Pada pengukuran di daerah UV
dipakai kuvet kwarsa atau plexiglass, sedangkan cuvet dari kaca tidak dapat
dipakai sebab kaca mengabsorbsi sinar UV. Semua macam kuvet dapat dipakai
untuk pengukuran di daerah sinar tampak (visible).
- Detektor
Peranan detektor penerima adalah memberikan respon terhadap cahaya pada
berbagai panjang gelombang. Detektor akan mengubah cahaya menjadi sinyal
listrik yang selanjutnya akan ditampilkan oleh penampil data dalam bentuk jarum
penunjuk atau angka digital. Syarat detector adalah:
- Kepekaan yang tinggi
- Perbandingan isyarat atau signal dengan bising tinggi
- Respon konstan pada berbagai panjang gelombang
- Waktu respon cepat dan signal minimum tanpa radiasi
- Signal listrik yang dihasilkan harus sebanding dengan tenaga radiasi
Prinsip kerja spektrofotometri berdasarkan hukum Lambert Beer, bila cahaya
monokromatik (Io) melalui suatu media (larutan), maka sebagian cahaya tersebut
diserap (Ia), sebagian dipantulkan (Ir), dan sebagian lagi dipancarkan (It). Besarnya
Ia oleh media tergantung pada kepekatan dan jenis media serta panjang media yang
dilalui. Biasanya panjang media sudah tetap dalam suatu alat.

Penetapan Absorbsi KMnO4

Penetapan Absorbsi KMnO4

Spektroskopi adalah studi mengenai interaksi antara energy cahaya dan materi. Warna yang tampak dan fakta bahwa orang bisa melihat adalah akibat absorbansi energi oleh senyawa organik maupun senyawa anorganik. Panjang gelombang dimana suatu senyawa organik menyerap energi bergantung pada struktur senyawa itu, sehingga teknik spektroskopi dapat digunakan untuk menentukan struktur senyawa yang tidak diketahui dan untuk mempelajari karakteristik ikatan dari senyawa yang diketahui.
Spektoskopi adalah suatu keadaan yang terjadi jika suatu cahaya mengenai suatu benda atau materi. Kemudian cahaya itu bisa jadi diserap, dihamburkan, diteruskan, dan dipancarkan kembali oleh materi itu dengan l yang sama maupun berbeda. Apabila benda itu diubah atau dibelokkan sudut getarnya, maka disebut polarimetri. Suatu larutan yang mempunyai warna khas dapat menyerap sinar dengan l ttt. Dalam hubungannya dengan senyawa organik, maka senyawa ini mampu menyerap cahaya. Senyawa organik mempunyai elektron valensi yang dapat dieksitasi ke tingkat yang lebih tinggi. Hal penting yang mendasari prinsip ini adalah bahwa penyerapan  sinar tampak atau ultraviolet dapat mengakibatkan ttereksitasinya electron dari molekul.
Spektrofotometri adalah sebuah metode analisis untuk mengukur konsentrasi suatu senyawa berdasarkan kemampuan senyawa tersebut maengabsorbsi berkas sinar atau cahaya. Spektrofotometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu, sementara fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya  yang ditransmisikan atau diabsorbsikan.
(Riyadi, 2008)
Istilah spektrofotometri berhubungan dengan pengukuran energi radiasi yang diserap oleh suatu sistem sebagai fungsi panjang gelombang dari radiasi maupun pengukuran panjang absorbsi terisolasi pada suatu panjang gelombang tertentu.
(Underwood,1994)
Secara umum spektrofotometri dibedakan menjadi empat macam, yaitu: spektrofotometer ultraviolet,  spektrofotometer sinar tampak, spektrofotometer  inframerah, dan spektrofotometer  serapan atom.
(Hadi, 2009)
Ketika cahaya melewati melewati suatu larutan biomolekul, terjadi dua kemungkinan. Kemungkinan yang pertama adalah cahaya ditangkap dan kemungkinan kedua adalah cahaya discattering. Bila energi dari cahaya (foton) harus sesuai dengan perbedaan energy dasar dan energy eksitasi dari molekul tersebut. Proses inilah yang menjadi dasr pengukuran dari absorbansi dalam spektrofotometer.
(Aisyah, 2009)
Cara kerja spektrofotometer dimulai dengan dihasilkannya cahaya monokromatik dari sumber sinar. Cahaya tersebut kemudian menuju ke kuvet (tempat sampel). Banyaknya cahaya yang diteruskan maupun diserap oleh larutan akan dibaca oleh detektor yang kemudian menyampaikan ke layar pembaca.
(Hadi, 2009)
Unsur-unsur penting suatu spektrofotometer, yaitu:
1.      Sumber energi radiasi yang kontinue dan meliputi daerah spektron
2.      Monokromator
3.      Wadah untuk sampel
4.      Defektor: transducer yang mengubah energi radiasi menjadi isyarat listrik.
5.      Penguat dan rangkaian yang bersangkutan yang membuat isyarat listrik cocok diamati
6.      Sistem pembacaan yang mempertunjukkan besar isyarat listrik (indikator)
Skema spektrofotometer


 

indikator
 
penguat
 
penukar
 
sumber
 
monokromator
 
                      
defektor
 
larutan
 
                      


 

Suatu larutan yang mempunyai warna khas dapat menyerap sinar dengan panjang gelombang ttt. Suatu sinar bila mengenai suatu media, intensitasnya akan berkurang. Hal ini disebabkan karena adanya serapan dabn sebagian kecil dipantulkan oleh media. 
(R.A. Day,1989: 397-403)
Prinsip kerja dari percobaan ini adalah menentukan konsentrasi sampel dengan menggunakan kurva standar yang menghubungkan antara konsentrasi sampel dengan absorbansinya. Larutan sampel yang digunakan memiliki lima konsentrasi yang berbeda. Lima konsentrasi tersebut diukur panjang gelombangnya untuk mengetahui konsentrasi yang sebenarnya. 
Transmitasi (T) sering dinyatakan dengan presentase (% T), dimana:
T = P/Po
Absorbansi (A) suatu larutan dinyatakan dengan persamaan:
A = - log T = log P/Po
Berbeda dengan transmitasi, absorbansi larutan bertambah dengan pengurangan kekuatan sinar. Dengan kata lain, absorbansi (A) adalah besarnya intensitas sinar yang diserap suatu medium. Absorbansi tergantung pada jarak yang dijalani oleh radiasi meleati larutan, panjang gelombang radiasi dan sifat jenis zat molekular dalam larutan. Faktor-faktor  yang mempengaruhi absorbansi yaitu jenis pelarut, pH larutan, suhu, konsentrasi elektrolit yang tinggi, dan zat pengganggu. Penyimpanannya jika zat pewarna mengion, berdisosiasi atau berasosiasi dengan larutan serta membentuk ion kompleks yang posisinya bergantung pada konsentrasi dan cahaya tidak monokromatis.
(Hedayana dkk, 1994: 145)
Hukum lambert menyatakan bahwa cahaya monokromatik melewati medium tembus cahaya, laju berkurangnya intensitas oleh bertambahnya ketebalan berbanding lurus dengan intensitas cahaya.
Hukum Beer menyatakan bahwa intensitas cahaya berkurang secara eksponensial dengan bertambahnya konsentrasi zat penyerap secara linier. Hukum Beer hanya digunakan tepat untuk radiasi monokromatis dan sifat macam zat yang menyerap diatas jangkauan konsentrasi yang bersangkutan.
(Denney, 1994)
Lambert-Beer mengamati hubungan antara intensitas sinar (monokromatis) mula-mula dengan intensitas sinar (monokromatis) setelah melalui media, yang persamaannya:
                        Log Io/It = ebc
Dimana,
Io = Intensitas mula-mula
It = Intensitas setelah melalui media
e = absorbtivitas molar
b = tebal media / larutan
c = konsentrasi larutan
dari persamaan teresebut, log (Io/It) merupakan absorbansi (A). Grafik antara absorbansi dengan konsentrasi media larutan berwarna berupa garis lurus yang melalui pusat sumbu. 
A
 
(Tim Kimia Dasar, 2011: 8-9)

   


 

Dari grafik diatas, dapat dilihat hubungan konsentrasi (C) dan absorbansi (A) berbanding lurus, yaitu semakin besar konsentrasi maka absorbansi semakin besar.
(R.A. Day, 2002: 994)
Agar perubahan absorbansi oleh perubahan konsentrasi lebih sensitif dan lebih cepat, maka panjang gelombang dengan serapan maksimum.
(Tim Kimia Dasar, 2011: 9)
Syarat-syarat penggunaan Hukum Beer
1.      Syarat Konsentrasi
2.      Syarat Kimia
3.      Syarat Cahaya
4.      Syarat Kejernihan
(Keenan dkk, 1996)
Penyimpangan Hukum Lambert-Beer
1.      Alur absorbansi versus konsentrasi molar akan berupa tidak linier sepanjang seluruh jangka konsentrasi
2.      Nilai e tidak tergantung pada sifat dasar spesies penyerap dalam larutan dan panjang gelombang radiasi karena tidak mampu mengawasi kedua aspek tersebut.
3.      Nilai e untuk suatu zat dalam larutan berubah dengan perubahan indeks bias yang tergantung pada konsentrasi
4.      Radiasi yang relatif kuat yang melalui suatu medium yang hanya mengandung  sedikit molekul penyerap, dimungkinkan molekul tereksitasi  ke keadaan energi yang lebih tinggi oleh sebagian foton yang tersedia sehingga tidak ada peluang untuk absorbansi lanjut
5.      Karakteristik instrumen yang disebabkan efek kelebihan defektor ketidaklinieran pengganda dan piranti kaca serta ketidakstabilan sumber-sumber radiasi atau cahaya
6.      Radiasi polikromatik yang menyebabkan lapisan kedua tidak akan menyerap fraksi radian yang sama seperti lapisan pertama
(Hadyana, 1992)
Hukum Lambert-Beer mengindikasikan bahwa absorbtivitas adalah konsentrasi yang konstan, panjang gelombang yang kecil dan intensitas radiasi. Hukum tersebut tidak menyinggung efek dari temperatur (suhu), panjang gelombang dan sifat alamiah yang terlarut. Dalam prakteknya, temperatur ditemukan hnaya sebagai efek kedua, jika tidak mengubah skala luas. Konsentrasi larutan akan berubah sedikit dengan perubahan temperatur karena perubahan volume.
(Galen, 1994: 58)
Titrasi redoks adalah titrasi suatu larutan standar oksidator dengan suatu reduktor atau sebaliknya, dasarnya adalah reaksi oksidasi-reduksi antara analit dengan titran. Permanganometri adalah titrasi yang didasarkan pada pada reaksi redoks. Dalam reaksi ini, ion MnO4- bertindak sebagai oksidator. Ion MnO4- akan berubah menjadi ion Mn2+ dalam suasana asam. Teknik titrasi ini biasa digunakan untuk menentukan kadar oksalat atau besi dalam suatu sampel.
Pada Permanganometri, titran yang digunakan adalah Kalium Permanganat.  Kalium Permanganat mudah diperoleh  dan tidak memerlukan indikator kecuali digunakan larutan yang sangat encer. Setetes permanganat memberikan suatu warna merah muda yang jelas kepada volume larutan dalam suatu titrasi. Warna ini digunakan untuk menunjukkan kelebihan reaksi
(Day, 1980)
Kalium Permanganat distandarisasikan dengan menggunakan Asam Oksalat. reaksi terjadi: 2MnO4- + 5H2C2O4 + 6H+         2Mn2+ +10CO2 + 8H2O
Akhir titrasi ditandai dengan timbulnya warna merah muda yang disebabkan kelebihan permanganat.
(pdkt1-tekim-undip.weebly.com)
Larutan permanganat tidak stabil kaarena mudah terurai. Penguraian Kalium Permanganat dapat dipercepat oleh cahaya, energi panas, asam, basa, ion Mn2+, dan MnO2. Oleh karena itu, s

Menikah bukan untuk Bahagia

Menikah bukan untuk Bahagia Lalu untuk apa?? Kita menikah bukan untuk berbahagia. Kita menikah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu w...