Langsung ke konten utama

3 Langkah Mengatasi Kantuk di Kantor

KOMPAS.com — Paling menyiksa kalau mulai mengantuk saat di kantor, apalagi bila kita di tengah-tengah rapat penting. Mau menguap, takut dianggap tidak menghormati atasan yang sedang berbicara. Padahal, memuaskan diri untuk menguap bisa membantu mengurangi rasa kantuk, lho.

Menurut National Sleep Foundation, sebanyak 34 persen karyawan diizinkan untuk tidur sebentar di kantor saat istirahat siang (16 persen bahkan mengatakan bahwa perusahaan mereka menyediakan ruang untuk tidur). Sayangnya, tidak banyak dari kita yang memiliki fasilitas semacam ini. Paling-paling hanya mereka yang bekerja di bidang kreatif yang mendapatkannya.
Agar pukul 15.00 tidak menjadi waktu yang menyiksa (karena saat itulah kantuk biasanya mulai menyerang), coba dongkrak kembali energi Anda dengan trik berikut:
1. Peregangan di kursi. Peregangan akan meningkatkan aliran darah ke otot-otot dan membantu Anda merasa lebih bugar, demikian menurut Leigh Crews, trainer dan juru bicara American Council on Exercise. Anda bahkan bisa melakukannya di kursi. Duduklah dengan tegak, regangkan tulang belakang Anda, putar badan Anda ke kiri hingga nyaris menghadap ke belakang dalam 10 detik. Kemudian, balik tubuh Anda ke arah sebaliknya dalam hitungan yang sama.

2. Kunyah peppermint. Entah itu dalam bentuk permen karet, permen isap, atau teh beraroma peppermint. Menurut Aimee Raupp, MS, ahli akupunktur dan penulis buku Chill Out and Get Healthy, aroma peppermint bersifat menyegarkan dan mampu memberikan rasa bugar dalam waktu singkat.

3. Ambil napas dalam-dalam. Berhentilah sejenak dari apa pun yang sedang Anda kerjakan. Putar pundak Anda ke belakang, busungkan dada, lalu tarik napas dalam-dalam sebanyak empat kali, demikian saran Woodson Merrell, MD, penulis buku Power Up. Latihan pernapasan ini akan membantuk Anda merasa rileks, mampu kembali fokus, dan menyegarkan kembali pikiran dan tubuh. Setelah itu Anda akan siap menyelesaikan laporan keuangan yang tadi tertunda.

Sumber:http://female.kompas.com/read/2010/09/17/18110066/3.Langkah.Mengatasi.Kantuk.di.Kantor

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalor Jenis Benda dan Kapasitas Kalor

Tidak seperti besaran fisika umumnya, kalor adalah besaran yang tidak dapat dilihat. Jumlah kalor yang diserap atau dilepas suatu benda hanya dapat diukur dengan mengamati pengaruhnya terhadap bahan di sekitarnya. Untuk dapat merumuskan jumlah kalor, perhatikan percobaan berikut.





Pada gambar (a), kedua bejana diisi dengan zat cair yang sejenis dan dipanaskan dalam selang waktu yang sama. Ternyata pada bejana yang berisi zat cair lebih sedikit, suhunya lebih tinggi. Jadi, jumlah kalor yang diserap benda berbanding lurus dengan massa benda ( Q ∞ m). Pada gambar (b), kedua benda diisi zat cair yang sejenis dan sama massanya. Ternyata pada selang waktu yang sama, bejana yang dipanasi dengan api lebih besar, memiliki suhu yang lebih tinggi. Jadi, jumlah kalor sebanding dengan kenaikan suhu (Q ∞∆T). Pada gambar (c), bejana A diisi dengan alkohol dan bejana B diisi dengan air. Massa  kedua zat cair di dalam masing-masing bejana sama. Ternyata dalam selang waktu yang sama, suh…

PRINSIP KERJA CERMIN CEMBUNG

PRINSIP KERJA CERMIN CEMBUNG

Pendahuluan
cermin adalah Cermin yang dibuat paling awal adalah kepingan batu mengkilap seperti obsidian, sebuah kaca volkanik yang terbentuk secara alami. Cermin obsidian yang ditemukan di Anatolia (kini Turki), berumur sekitar 6000 SM. Cermin batu mengkilap dari Amerika tengah dan selatan berumur sekitar 2000 SM. Cermin dari tembaga yang mengkilap telah dibuat di Mesopotamia pada 4000 SM dan di Mesir purba pada 3000 SM. Di China, cermin dari perunggu dibuat pada 2000 SM.
Cermin kaca berlapis logam diciptakan di Sidon (kini Lebanon) pada abad pertama M,dan cermin kaca dengan sandaran dari daun emas disebutkan oleh seorang pengarang dari Romawi bernama Pliny dalam buku Natural History miliknya, yang dikarang sekitar tahun 77 M. Orang Romawi juga mengembangkan teknik menciptakan cermin yang kasar dari kaca hembus yang dilapisi dengan timah yang dilelehkan.Cermin parabola pantul pertama kali dideskripsikan oleh fisikawan dari Arab bernama Ibn Sahl…