Langsung ke konten utama

Daftar Massa Jenis Zat & Kalor Jenis Zat

Daftar Massa Jenis Zat & Kalor Jenis Zat










TABEL KALOR JENIS BEBERAPA ZAT





ZAT
KALOR JENIS
ZAT
KALOR JENIS
 (J/kg°C)
 (J/kg°C)
Air
4200
Besi
460
Alkohol
2400
Tembaga
390
Minyak tanah
220
Kuningan
380
Air Raksa
140
Perak
230
Es
2500
Emas
130
Alumunium
900
Timbal
130
Kaca
670
Udara
1000








TABEL KALOR UAP






Zat
TITIK DIDIH NORMAL  (°C)
KALOR UAP

(joule/kg)


Alkohol
78
                    1.100.000

Air
100
                    2.260.000

Air raksa
357
                        272.000

Timah Hitam
1750
                         871.000

Tembaga
1187
                    5.069.000

Perak
2193
  2.336.000

Emas
2660
                    1.578.000

Alumunium
2450
                  10.500.000

Timbal
1620
                        735.000









TABEL KALOR LEBUR (J/kg)






Zat
TITIK LEBUR NORMAL  (°C)
KALOR LEBUR

(joule/kg)

Platina
1769
                        113.000

Alkohol
-97
                          69.000

Air (es)
0
                        336.000

Timah Hitam
327
   25.000

Tembaga
1083
                        206.000

Air Raksa
-39
                        120.000

Alumunium
660
                        403.000

Timbal……
327
                          25.000










TABEL MASSA JENIS BEBERAPA ZAT




ZAT
MASSA JENIS
MASSA JENIS
kg/m³
gr/cm³
Bensin
700
0,7
Minyak tanah
800
0,8
Alkohol
800
0,8
Air
1000
0,1
Es
920
0,92
Raksa
13600
13,6
Alumunium
2700
2,7
Seng
7100
7,1
Besi
7900
7,9
Kuningan
8400
8,4
Perak
10500
10,5
Emas
19300
19,3
Platina
21450
21,45
Udara
1,3
0,0013
Hidrogen (gas)
0,09
0,00009
Oksigen (gas)
1,3
0,0013
Garam
2200
2,2
Gula
1600
1,6
Kaca
2600
0,26
Kayu
750
0,75











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalor Jenis Benda dan Kapasitas Kalor

Tidak seperti besaran fisika umumnya, kalor adalah besaran yang tidak dapat dilihat. Jumlah kalor yang diserap atau dilepas suatu benda hanya dapat diukur dengan mengamati pengaruhnya terhadap bahan di sekitarnya. Untuk dapat merumuskan jumlah kalor, perhatikan percobaan berikut.





Pada gambar (a), kedua bejana diisi dengan zat cair yang sejenis dan dipanaskan dalam selang waktu yang sama. Ternyata pada bejana yang berisi zat cair lebih sedikit, suhunya lebih tinggi. Jadi, jumlah kalor yang diserap benda berbanding lurus dengan massa benda ( Q ∞ m). Pada gambar (b), kedua benda diisi zat cair yang sejenis dan sama massanya. Ternyata pada selang waktu yang sama, bejana yang dipanasi dengan api lebih besar, memiliki suhu yang lebih tinggi. Jadi, jumlah kalor sebanding dengan kenaikan suhu (Q ∞∆T). Pada gambar (c), bejana A diisi dengan alkohol dan bejana B diisi dengan air. Massa  kedua zat cair di dalam masing-masing bejana sama. Ternyata dalam selang waktu yang sama, suh…

PRINSIP KERJA CERMIN CEMBUNG

PRINSIP KERJA CERMIN CEMBUNG

Pendahuluan
cermin adalah Cermin yang dibuat paling awal adalah kepingan batu mengkilap seperti obsidian, sebuah kaca volkanik yang terbentuk secara alami. Cermin obsidian yang ditemukan di Anatolia (kini Turki), berumur sekitar 6000 SM. Cermin batu mengkilap dari Amerika tengah dan selatan berumur sekitar 2000 SM. Cermin dari tembaga yang mengkilap telah dibuat di Mesopotamia pada 4000 SM dan di Mesir purba pada 3000 SM. Di China, cermin dari perunggu dibuat pada 2000 SM.
Cermin kaca berlapis logam diciptakan di Sidon (kini Lebanon) pada abad pertama M,dan cermin kaca dengan sandaran dari daun emas disebutkan oleh seorang pengarang dari Romawi bernama Pliny dalam buku Natural History miliknya, yang dikarang sekitar tahun 77 M. Orang Romawi juga mengembangkan teknik menciptakan cermin yang kasar dari kaca hembus yang dilapisi dengan timah yang dilelehkan.Cermin parabola pantul pertama kali dideskripsikan oleh fisikawan dari Arab bernama Ibn Sahl…