Langsung ke konten utama

Tiga Cara Survive di Kelas Besar

Tiga Cara Survive di Kelas Besar


Image: corbis
Image: corbis
JAKARTA - Setiap fakultas pasti memiliki satu mata kuliah yang dihelat dalam kelas besar. Di sini, kita akan belajar bersama ratusan mahasiswa dari kelas, bahkan jurusan lain.

Biasanya, dosen akan membutuhkan mikrofon dan sound system untuk membantu mereka menjangkau seluruh kelas. Jika beruntung, kita akan mendapat dosen yang menggunakan ilustrasi presentasi dan membagikan hand out materi kuliah. Tetapi, kebanyakan dosen yang mengajar di kelas besar hanya akan berceramah sepanjang jam kuliah dan tidak memberi kesempatan bertanya hingga akhir kuliah.

Agar tidak terjebak pada kebosanan dan kesulitan berkonsentrasi di kelas jenis ini, berikut beberapa kiat yang bisa diterapkan, seperti dinukil dari Surviving College, Jumat (19/8/2012).

Strategi mencatat

Tiap orang memiliki cara berbeda dalam mencatat materi kuliah. Ada yang menggunakan pulpen berbeda warna, ada juga yang memilih merekam materi kuliah yang diberikan dosennya. Tetapi cara kedua ini bisa menjadi pekerjaan yang sangat melelahkan mengingat kita harus membuat transkripsi perkuliahan sesudahnya.

Kini, berkat smartphone, mahasiswa bisa menggunakan berbagai aplikasi untuk belajar. Dan tentu saja, kita akan selalu menemukan seseorang yang rajin mencatat setiap kata yang diucapkan dosen di depan kelas.

Nah, sekarang, kita perlu menemukan cara yang efektif untuk kita. Poin-poin penting yang perlu kita perhatikan adalah:

- Tandai kata-kata kunci dari materi yang disampaikan dosen. Jika dosen kerap kali berkata, "Catat ini," maka jangan bengong. Segera tulis apa yang disampaikannya.
- Bagi catatan sesuai subjek. Misalnya, jika dosen mengganti topik pembicaraan, beri ruang dan tulislah judul baru secepatnya.
- Tandai bagian penting dari catatan dengan kode tertentu, misalnya dengan memberi bintang. Cara ini akan memudahkan kita membaca kembali catatan kuliah.

Jangan membolos

Sering kali, masuk kuliah adalah perjuangan tersendiri bagi sebagian mahasiswa. Apa pun alasannya, entah malas, tidak bisa bangun pagi, kesiangan, atau terjebak macet. Tetapi, rajin kuliah sebenarnya akan menempatkan kita pada kelompok yang lebih tinggi dari mahasiswa lainnya.

Tentu saja, kita selalu bisa meminjam catatan kuliah orang lain dan tidak semua kuliah mensyaratkan kehadiran di kelas dengan ketat. Tetapi bagaimana jika ketika kita membolos ternyata kita tidak mengikuti kuis dadakan, kehilangan pengumuman penting, atau bahkan sebuah tes? Selain itu, apakah belajar dari catatan seseorang akan sama dengan hadir di kelas secara langsung/

Fokus!
Sekarang, setelah berada di kelas dan menulis catatan, kita perlu fokus. Sebab, kelas besar akan penuh dengan noise yang menghambat proses belajar kita. Mulai dari teman sebelah yang terus menerus mengajak ngobrol, presentasi yang tidak jelas, maupun gangguan lainnya.

Pastikan kita tidur cukup sehingga tidak tertidur di ruang kelas. Untuk mengatasi kantuk di ruang kelas, duduklah dengan tegak. Jika memungkinkan, bawalah segelas kopi ke kelas, atau setumpuk permen.

Hal lainnya, jangan sampai tertinggal dalam mencatat. Jangan mengerjakan tugas atau belajar materi ujian untuk mata kuliah lain di kelas yang sedang kita ikuti. Jika melakukan hal-hal ini, sama saja dengan kita tidak masuk kelas. Ingat saja, masuk kuliah sudah merupakan perjuangan tersendiri. Jadi, ketika di kelas, fokuslah.(rfa)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalor Jenis Benda dan Kapasitas Kalor

Tidak seperti besaran fisika umumnya, kalor adalah besaran yang tidak dapat dilihat. Jumlah kalor yang diserap atau dilepas suatu benda hanya dapat diukur dengan mengamati pengaruhnya terhadap bahan di sekitarnya. Untuk dapat merumuskan jumlah kalor, perhatikan percobaan berikut.





Pada gambar (a), kedua bejana diisi dengan zat cair yang sejenis dan dipanaskan dalam selang waktu yang sama. Ternyata pada bejana yang berisi zat cair lebih sedikit, suhunya lebih tinggi. Jadi, jumlah kalor yang diserap benda berbanding lurus dengan massa benda ( Q ∞ m). Pada gambar (b), kedua benda diisi zat cair yang sejenis dan sama massanya. Ternyata pada selang waktu yang sama, bejana yang dipanasi dengan api lebih besar, memiliki suhu yang lebih tinggi. Jadi, jumlah kalor sebanding dengan kenaikan suhu (Q ∞∆T). Pada gambar (c), bejana A diisi dengan alkohol dan bejana B diisi dengan air. Massa  kedua zat cair di dalam masing-masing bejana sama. Ternyata dalam selang waktu yang sama, suh…

PRINSIP KERJA CERMIN CEMBUNG

PRINSIP KERJA CERMIN CEMBUNG

Pendahuluan
cermin adalah Cermin yang dibuat paling awal adalah kepingan batu mengkilap seperti obsidian, sebuah kaca volkanik yang terbentuk secara alami. Cermin obsidian yang ditemukan di Anatolia (kini Turki), berumur sekitar 6000 SM. Cermin batu mengkilap dari Amerika tengah dan selatan berumur sekitar 2000 SM. Cermin dari tembaga yang mengkilap telah dibuat di Mesopotamia pada 4000 SM dan di Mesir purba pada 3000 SM. Di China, cermin dari perunggu dibuat pada 2000 SM.
Cermin kaca berlapis logam diciptakan di Sidon (kini Lebanon) pada abad pertama M,dan cermin kaca dengan sandaran dari daun emas disebutkan oleh seorang pengarang dari Romawi bernama Pliny dalam buku Natural History miliknya, yang dikarang sekitar tahun 77 M. Orang Romawi juga mengembangkan teknik menciptakan cermin yang kasar dari kaca hembus yang dilapisi dengan timah yang dilelehkan.Cermin parabola pantul pertama kali dideskripsikan oleh fisikawan dari Arab bernama Ibn Sahl…