Langsung ke konten utama

Properties of common gas materials are divided into following categories:

Properties of common gas materials are divided into following categories:

Physical properties: Density, melting and boiling temperature.
Mechanical Properties: Poisson's Ratio, bulk modulus, viscousity, kinematic viscousity.
Acoustic Properties: Sound velocity.

  Note: 1. All properties are under 1 atm (1.01325×105 Pa; 760 mmHg; 14.6959 psi) and at room temperature 25 ºC (77 ºF) unless specified otherwise.
  2. Further information on a specific material can be obtained by clicking the name of that particular material in the following table.
  3. Users who prefer Standard or other unit systems rather than the SI units, click the amount (number) of the specific material property for unit conversion.
  4. Materials in different phases at room temperature: Solid, Liquid.

Physical Properties
Material Density
(×1000 kg/m3)
Melting Point
(ºC)
Boiling Point
(ºC)
Air (0 ºC, dry) 0.00129 - -195.0
Air (25 ºC, dry) 0.001184 - -
Argon [Ar] (0 ºC) 0.001784 -189.3 -185.8
Carbon Dioxide [CO2] (0 ºC) - -56.57 -
Helium [He] (0 ºC) 0.0001785 - -268.9
Hydrogen [H2] (0 ºC) 8.99 -259.3 -252.9
Neon [Ne] (0 ºC) 0.0008999 -248.6 -246.1
Nitrogen [N2] (0 ºC) 0.00125 -210.0 -195.8
Oxygen [O2] (0 ºC) 0.001429 -218.8 -182.9
Water; Steam [H2O] (100 ºC) 0.6 - -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalor Jenis Benda dan Kapasitas Kalor

Tidak seperti besaran fisika umumnya, kalor adalah besaran yang tidak dapat dilihat. Jumlah kalor yang diserap atau dilepas suatu benda hanya dapat diukur dengan mengamati pengaruhnya terhadap bahan di sekitarnya. Untuk dapat merumuskan jumlah kalor, perhatikan percobaan berikut.





Pada gambar (a), kedua bejana diisi dengan zat cair yang sejenis dan dipanaskan dalam selang waktu yang sama. Ternyata pada bejana yang berisi zat cair lebih sedikit, suhunya lebih tinggi. Jadi, jumlah kalor yang diserap benda berbanding lurus dengan massa benda ( Q ∞ m). Pada gambar (b), kedua benda diisi zat cair yang sejenis dan sama massanya. Ternyata pada selang waktu yang sama, bejana yang dipanasi dengan api lebih besar, memiliki suhu yang lebih tinggi. Jadi, jumlah kalor sebanding dengan kenaikan suhu (Q ∞∆T). Pada gambar (c), bejana A diisi dengan alkohol dan bejana B diisi dengan air. Massa  kedua zat cair di dalam masing-masing bejana sama. Ternyata dalam selang waktu yang sama, suh…

PRINSIP KERJA CERMIN CEMBUNG

PRINSIP KERJA CERMIN CEMBUNG

Pendahuluan
cermin adalah Cermin yang dibuat paling awal adalah kepingan batu mengkilap seperti obsidian, sebuah kaca volkanik yang terbentuk secara alami. Cermin obsidian yang ditemukan di Anatolia (kini Turki), berumur sekitar 6000 SM. Cermin batu mengkilap dari Amerika tengah dan selatan berumur sekitar 2000 SM. Cermin dari tembaga yang mengkilap telah dibuat di Mesopotamia pada 4000 SM dan di Mesir purba pada 3000 SM. Di China, cermin dari perunggu dibuat pada 2000 SM.
Cermin kaca berlapis logam diciptakan di Sidon (kini Lebanon) pada abad pertama M,dan cermin kaca dengan sandaran dari daun emas disebutkan oleh seorang pengarang dari Romawi bernama Pliny dalam buku Natural History miliknya, yang dikarang sekitar tahun 77 M. Orang Romawi juga mengembangkan teknik menciptakan cermin yang kasar dari kaca hembus yang dilapisi dengan timah yang dilelehkan.Cermin parabola pantul pertama kali dideskripsikan oleh fisikawan dari Arab bernama Ibn Sahl…