Langsung ke konten utama

Metode Menghafal Al-Qur’an

Metode Menghafal Al-Qur’an

HL | 25 June 2010 | 15:38 Dibaca: 4762   Komentar: 33   4 Inspiratif Barangkali banyak metode dan cara untuk menghafal Al-Qur’an. Kebanyakan di kita cara menghafalnya ya melihat mushaf Al-Qur’an  halaman per halaman sambil mengingat dalamhati. Ada juga yang cara menghafalnya dengan menggunakan Mushaf Al-Qur’an dan terjemahnya agar mengerti maknanya dan biasa dihafal pertema. Cara ini pernah saya coba dan hasilnya juga cepat hafal. Dalam satu minggu alhamdulillah sudah hafal 1 juz. Tapi rupanya juga cepat hilangnya, karena memang niatnya buat ujian…hahahaaaaa
Tapi barangkali ada metode yang sepintas nampaknya sangat sederhana, tapi menjamin hafalan lebih tahan lama tidak hilang dari ingatan. Metode ini diterapkan di banyak negara Afrika dan Arab Meghribi. Caranya adalah menggunakan papan tulis, bahasa Arabnya ‘lawh’. Memang sulit dibayangkan kok kayu ditulisi tulisan dan bagaimana cara menghapusnya, kan 30 juz Al-Qur’an banyak banget. Papan tersebut sebelum ditulis, dioleskan tanah liat terlebih dulu kemudian baru ditulis diatasnya, sehingga kalau mau menghapusnya menggunakan air maka tulisannya akan hilang, demikian seterusnya. Tinta yang digunakan juga berbahan dasar bulu domba yang dimasak selama 5 jam dan dicampur air sedikit maka akan menghasilkan semacam tinta yang digunakan untuk menulis hafalan tersebut. Baru tahu aku….kirain menggunakan dawat cina!!!
Metode tersebut ringkasnya sebagai berikut, pertama-tama santri menghafal di depan Sheikh, kemudian hafalan tersebut ditulis di papan milik sendiri (masing-masing), kemudian tulisan tersebut dikoreksi oleh Sheikh; kemudian dia murajaah lagi rame-raem sambil berjalan mengitari ruangan, begitu seterusnya. Menurut pengalaman metode ini lebih lama hilang dari ingatan si penghafal karena dibantu oleh daya inget yang ditulis oleh tangan. Otak merekam memori dan tangan menuliskannya, begitu dst.
Inilah yang diterapkan di Pesantren Tahfiz Al-Qur’an di Zletin, Libya. Berikut beberapa gambarnya di bawah ini:

Halama depan Pesantren dan Makam Waliyullah Sidi Abd. Salam Al-Asmar Al-Fituri, Zletin, yang merupakan salah satu pesantren tertua di Libya.
dok. pribadi
dok. pribadi
Santri sedang menghafal (melancarkan hafalannya) dengan melihatpapan tulisan masing-masing. Metode ini lebih lama terekam dalam hati dan otak sehingga lebih baik dibandingkan metode menghafal lainnya yang rupanya lebih cepat hilang.
dok. pribadi
dok. pribadi
Santri sedang murajaah dan memperkuat hafalan sambil mengelilingi ruangan yang diperhatikan dan juga bahkan diikuti oleh Sheikh.
dok. pribadi
dok. pribadi
Santri sedang membersihkan tulisan di papan milik pribadi untuk dipergunakan tulisan dan hafalan baru. Sebuah cara sederhana namun memberi manfaat yang sangat besar.
dok. pribadi
dok. pribadi
Menyaksikan Abd. Rahman sedang menuliskan hafalannya, disaksikan Sheikh Abdullah, guru Tahfiz.
dok. pribadi
dok. pribadi
dan akhirnya ada juga santri yang kesasar sedang mencoba menuliskan hafalannya di papan hafalan disaksikan Sheikh Abdullah. walah…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalor Jenis Benda dan Kapasitas Kalor

Tidak seperti besaran fisika umumnya, kalor adalah besaran yang tidak dapat dilihat. Jumlah kalor yang diserap atau dilepas suatu benda hanya dapat diukur dengan mengamati pengaruhnya terhadap bahan di sekitarnya. Untuk dapat merumuskan jumlah kalor, perhatikan percobaan berikut.





Pada gambar (a), kedua bejana diisi dengan zat cair yang sejenis dan dipanaskan dalam selang waktu yang sama. Ternyata pada bejana yang berisi zat cair lebih sedikit, suhunya lebih tinggi. Jadi, jumlah kalor yang diserap benda berbanding lurus dengan massa benda ( Q ∞ m). Pada gambar (b), kedua benda diisi zat cair yang sejenis dan sama massanya. Ternyata pada selang waktu yang sama, bejana yang dipanasi dengan api lebih besar, memiliki suhu yang lebih tinggi. Jadi, jumlah kalor sebanding dengan kenaikan suhu (Q ∞∆T). Pada gambar (c), bejana A diisi dengan alkohol dan bejana B diisi dengan air. Massa  kedua zat cair di dalam masing-masing bejana sama. Ternyata dalam selang waktu yang sama, suh…

PRINSIP KERJA CERMIN CEMBUNG

PRINSIP KERJA CERMIN CEMBUNG

Pendahuluan
cermin adalah Cermin yang dibuat paling awal adalah kepingan batu mengkilap seperti obsidian, sebuah kaca volkanik yang terbentuk secara alami. Cermin obsidian yang ditemukan di Anatolia (kini Turki), berumur sekitar 6000 SM. Cermin batu mengkilap dari Amerika tengah dan selatan berumur sekitar 2000 SM. Cermin dari tembaga yang mengkilap telah dibuat di Mesopotamia pada 4000 SM dan di Mesir purba pada 3000 SM. Di China, cermin dari perunggu dibuat pada 2000 SM.
Cermin kaca berlapis logam diciptakan di Sidon (kini Lebanon) pada abad pertama M,dan cermin kaca dengan sandaran dari daun emas disebutkan oleh seorang pengarang dari Romawi bernama Pliny dalam buku Natural History miliknya, yang dikarang sekitar tahun 77 M. Orang Romawi juga mengembangkan teknik menciptakan cermin yang kasar dari kaca hembus yang dilapisi dengan timah yang dilelehkan.Cermin parabola pantul pertama kali dideskripsikan oleh fisikawan dari Arab bernama Ibn Sahl…